Sakha keluar dari dalam kamar mandi mengusap rambut dengan handuk di tangannya. Ponsel yang berdering cukup nyaring menyadarkan dia jika sejak semalam pria itu sama sekali belum menyentuh benda berharga yang memang jarang lepas darinya. Ketika memutuskan melanjutkan pekerjaannya di ruang makan semalam, ponsel memang Sakha tinggal di dalam kamar. Lalu, setelahnya Sakha menuju kamar Moza tanpa singgah dulu ke dalam kamarnya. Pria itu gegas mendekat pada nakas tempat ponsel itu tergeletak. Tampak berkedip-kedip karena ada panggilan masuk. Senyumnya melebar mengetahui jika sang istri yang sedang menelepon. Lebih tepatnya melakukan video call. "Pagi, sayang!" Sapaan yang Sakha lontarkan pada sosok wanita yang dia cinta dan rindukan. Tersiksa sebenarnya harus berjauhan dengan istrinya. Namun

