Bab 90

641 Kata

Sore itu rumah senyap. Raka baru saja tertidur setelah tantrum kecil karena tak jadi pergi ke taman. Di ruang tamu, Sheila duduk di sofa dengan posisi miring, menyandarkan punggung pada tumpukan bantal, satu tangan di perutnya yang mulai berat, satu tangan lain menggenggam gelas kecil berisi air lemon dingin. Galih keluar dari kamar, baru saja mengganti baju. Rambutnya masih sedikit basah setelah mandi sore. Ia berjalan perlahan, lalu duduk di lantai, menyandarkan tubuh ke sisi sofa. “Dia tidur?” “Capek nangis,” jawab Sheila pelan. Galih mengangguk. “Tadi aku email Rendra.” Sheila tak langsung menoleh, hanya menunggu. “Aku bilang... aku mundur dari proyek freelance-nya.” Sheila menoleh, alisnya naik sedikit. “Kamu yakin?” Galih mengangguk lagi. “Aku pikir aku butuh ngerasa ‘cukup’.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN