34. Cinta Terakhir

1589 Kata

“Dio mio! Bastian, ayo cepat! Kamu sengaja ya membuat Mama dan Papa menunggu?” Suara cempreng Donna dari balik pintu kamar tidak membuat Bastian dengan segera menuntaskan “olahraga”nya dengan Tara. Bastian masih bermain-main dengan salah satu puncak gunung kembar Tara dan ia mengabaikan seluruh suara yang mengganggu aktivitasnya itu. “Bastian, Mamamu ... ah,” desah Tara ketika gelombang sensasi kenikmatan beriak menjalari tubuh dan berdenyut di setiap nadinya. Bibir basah dan lidah Bastian yang menginvasi setiap lekuk tubuhnya terus menggoda dan membuat Tara semakin tak berdaya. Di satu sisi, ia merasakan lonjakan hasrat yang meluap-luap. Di sisi lain, ia merasa sedang diawasi oleh orang tua Bastian. Namun, kecemasan itu hanya sebagian kecil hal yang menginterupsi. Keinginan terbesarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN