Regina tengah menatap heran Erlan yang duduk dengan wajah kusut di sofa ruang keluarga. Setahu Regina, sejak kehadiran Giana dalam hidup adiknya, Erlan jarang menunjukkan sikap seperti ini karena pria itu selalu mengatakan sangat bahagia bisa bersama dengan Giana. Tapi hari ini, Regina tidak tega melihat kondisi Erlan. “Kamu ada apa? Berantem sama Giana?” tanya Regina yang duduk di sebelah Erlan. “Aku butuh saran, tolong bantu aku.” Sahut Erlan dengan tatapan memelas kepada Regina. Tangan Regina terangkat, lalu mengusap lengan Erlan dengan raut wajah khawatir. “Kamu kenapa? Ada masalah apa? Ini mengenai Contento?” Erlan menggeleng lemah. “Bukan tapi soal para wanita yang sempat dekat denganku. Mereka semua tiba-tiba datang dan ganggu Giana. Aku takut hal ini bikin Giana marah dan pergi