29. Pure Blood (1)

1038 Kata

... ada jeritan kesakitan dari prajurit... Para prajurit masih di dalam hutan, maka mudah saja bagi api untuk menyambar mereka. Sesuai dugaan Vilma, tempat ini memang sudah disiram bahan bakar minyak yang memudahkan menyulut api. Dalam hitungan detik, tak terkira luapan si jago merah, dan bahkan sudah menghanguskan beberapa prajurit di tempat. Asap tebal pun mulai menghalangi pandangan. Pasukan buatan Cibil meneriakkan, "Serang musuh!" Padahal sebenarnya mereka tidak bergerak sama sekali karena tugas mereka hanya memantik api. Sebaliknya, karena asap tebal ini, pasukan Alhanan yang telanjur panik malah menganggap temannya yang tak terlihat jelas sebagai musuh. Tidak butuh waktu lama bagi pasukan itu untuk saling menyerang temannya sendiri, belum lagi para ular yang mengacau untuk membun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN