BAB 7

1710 Kata

“Selamat pagi.” Suara Althair terdengar datar dan dingin, menggema di ruang briefing lantai tujuh RS Dewantara Medika. Puluhan koas baru yang semula saling berbisik langsung berdiri serempak. “Selamat pagi, Dokter,” jawab mereka kompak. Althair mengangguk singkat. Pintu ruangan tertutup rapat, mengunci atmosfer tegang di dalam. Layar proyektor sudah menyala, dan barisan kursi hampir terisi penuh. Hari pertama orientasi selalu terasa sama bagi Althair. Wajah-wajah tegang dan mata lelah karena kurang tidur. Mereka sedang memasuki fase paling mengerikan dalam pendidikan dokter, masa koasisten. Tempat di mana idealisme bertabrakan dengan kenyataan, dan tidur empat jam sehari adalah kemewahan. Biasanya, Althair tidak pernah memedulikan siapa yang duduk di ruangan ini. Namun, hari ini berbe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN