Perdarahan vena di area dasar otak itu masih terus berlangsung. Alirannya memang tidak memancar deras seperti robekan arteri, namun rembesannya yang konstan sudah lebih dari cukup untuk membuat lantai ruang operasi kembali dipenuhi oleh warna merah gelap yang pekat. Di bawah lensa mikroskop bedah saraf, robekan kecil pada dinding cavernous sinus tersebut kini nyaris tidak terlihat lagi. Setiap tetes darah yang merembes keluar dengan cepat menutupi batas-batas anatomis yang teramat tipis—menyamarkan sekat antara jaringan otak yang sehat dengan area patologis yang harus dievakuasi. Ruang operasi utama itu kembali tenggelam dalam keheningan yang mencekam. “Ujung suction,” instruksi Althair pendek. “Ya, siap, Dokter.” “Sedikit geser ke arah kanan.” “Baik, siap.” Instruksi yang keluar da

