”Kita mulai sekarang.” Suara Althair Dewantara terdengar tegas di tengah keheningan ruang pembedahan utama. Tidak perlu lantang, namun intonasi dingin berbobot mutlak itu sanggup mengunci fokus seluruh isi ruangan. Seketika seluruh tim bergerak serempak. Lampu pembedahan raksasa berkekuatan tinggi langsung diarahkan tepat memancar ke atas medan kraniotomi. Monitor anestesi terus membunyikan nada bip ritmis yang monoton dan teratur. Di balik masker steril berlapis, raut wajah para dokter berubah serius dan tegang. Tidak ada lagi percakapan sepele atau gurauan yang tidak diperlukan. Pembedahan mikrosurgikal skala besar resmi dimulai. Jam pertama berlalu dalam ketegangan yang terukur dan terkendali. Althair bekerja di bawah mikroskop bedah dengan presisi yang menakjubkan. Setiap man

