Pukul lima pagi. Koridor utama Rumah Sakit Dewantara Medika masih diselimuti atmosfer lengang dan sepi. Pendar lampu lorong yang menyala redup berpadu dengan hawa dingin pendingin udara. Hanya terdengar bunyi gesekan roda troli alat medis dan derap langkah kaki beberapa perawat jaga malam yang bergegas menyelesaikan tugas sebelum pergantian shift. Di dalam ruang koas yang remang, Zayna masih duduk menghadap meja, sibuk merapikan dan mengetik rekapitulasi laporan perkembangan pasien. Matanya terasa amat berat, dengan lingkar hitam tipis yang mulai terlihat jelas. Sudah tiga malam berturut-turut ia pulang mendekati tengah malam demi menyelesaikan tugas bangsal, belum lagi tumpukan laporan analisis kasus yang wajib dikumpulkan sebelum akhir pekan. Ia mengusap pelipisnya perlahan, lalu meng
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


