BAB 49

1852 Kata

Pagi itu, jarum jam dinding menunjukkan pukul delapan tepat ketika jadwal kuliah klinik untuk para mahasiswa koas resmi dimulai. ​Seperti rutinitas yang sudah berjalan selama bertahun-tahun, Althair selalu menjadi sosok yang paling disiplin. Ia sudah berada di dalam ruang diskusi sejak lima belas menit lebih awal. Layar laptopnya sudah menyala sempurna, menampilkan slide presentasi materi harian yang telah terbuka rapi. Sebuah pointer laser berwarna hitam tergeletak presisi di sisi kanan meja. Semuanya tertata begitu terstruktur dan sempurna, persis seperti standar operasional prosedur yang biasa ia terapkan. ​Namun, ada satu hal fundamental yang berbeda pagi ini. Pikiran dan fokus mental Althair sama sekali tidak berada di dalam ruangan tersebut. ​Satu per satu mahasiswa koas mulai mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN