BAB 44

2133 Kata

Lembar surat tugas resmi dengan logo holografik berkilau itu masih tergeletak di atas meja makan kayu yang sederhana. Zayna sudah membaca setiap baris kalimat di dalamnya berulang-ulang kali. Namun, alih-alih rasa bangga yang tersisa, semakin sering ia membacanya, justru semakin ada satu masalah besar yang memenuhi ruang kepalanya. ​”Pak ...” Zayna menopang dagunya dengan kedua telapak tangan, menatap sang ayah yang duduk di seberang meja. “Memangnya, orang-orang kalau datang ke acara gala dinner resmi seperti itu biasanya memakai pakaian apa saja?” ​Pak Rahmat yang sedang menikmati seruputan kopi hitam hangatnya hanya mengangkat kedua bahunya santai. “Ya ... tentu saja memakai baju, Nak.” ​”Ih, bukan itu maksud Zayna, Pak,” rajuk Zayna sembari memanyunkan bibirnya gemas. “Maksud Zayna,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN