BAB 76

1689 Kata

Malam sudah teramat larut ketika suara mesin sedan tua milik Althair memecah keheningan, melintasi gerbang besi tempa utama kediaman keluarga besar Dewantara. Lampu-lampu taman bernuansa warm white menyala terang secara otomatis, menyinari jalan setapak berkerikil halus yang membimbing kendaraannya menuju ke pelataran bangunan megah bergaya modern kontemporer tersebut. Kehadiran mobil tuanya yang kusam di tengah pelataran pualam itu selalu terlihat kontras, layaknya sebuah anomali di tengah kesempurnaan. Rumah itu berdiri teramat anggun dan kokoh, seolah menjadi monumen keberhasilan sang pemilik. Dinding marmer putih dipadukan dengan pilar-pilar tinggi yang menjulang ke angkasa, serta panel jendela kaca besar yang membentang dari lantai dasar hingga ke batas langit-langit. Segala detail

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN