Rumah sakit tidak pernah benar-benar sepi dari kepulan cerita. Kalaupun lorong-lorong utamanya tampak tenang di sela jam pelayanan klinis, selalu ada arus percakapan yang mengalir halus di balik pintu ruang perawat, area pantry, hingga meja administrasi. Begitu pula yang terjadi beberapa hari setelah keputusan dispensasi akademik dan supervisi khusus bagi Zayna Valerine resmi diberlakukan oleh dewan pimpinan. Semula isu tersebut hanya bergulir sebagai bisik-bisik samar di barisan belakang. Lalu perlahan berubah menjadi topik pembicaraan hangat di sela waktu istirahat siang. Semakin lama... semakin banyak orang dari berbagai divisi yang memiliki sudut pandang, andaikan, serta prasangka mereka sendiri. "Koas yang itu kan yang dapat supervisi dan pengawasan langsung dari Dokter Althair?"

