BAB 74

1228 Kata

Jam dinding digital di ruang persiapan operasi baru saja menunjukkan pukul enam pagi ketika Althair Dewantara sudah berdiri tegak di depan wastafel scrub. Air mengalir deras membasahi kedua lengannya hingga batas siku. Gerakan jemarinya menggosok sabun antiseptik tetap terlihat teramat tenang, sistematis, dan terukur. Sama persis seperti ribuan kali proses sterilisasi presisi yang pernah ia lakukan sepanjang kariernya sebagai dokter spesialis bedah saraf. Di balik pintu ganda ruang operasi utama yang tertutup rapat, seluruh tim pembedahan telah bersiap di posisinya masing-masing. Pasien pertama pada jadwal pagi hari itu adalah seorang pria berusia lima puluh enam tahun yang mengidap tumor intrakranial berukuran cukup besar yang harus segera dievakuasi sebelum menekan struktur batang otak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN