"Kau tidak apa, Sayang?" Andrew benar-benar menatap Sena dengan cemas sambil membantu Sena berdiri tegak. Sena pun juga berpegangan pada lengan kekar Andrew, hasil dari olahraga rutin dulu waktu Andrew masih normal. Namun, bentuk tubuh Andrew yang gagah tetap saja belum berubah walau pria itu sudah kehilangan kewarasannya selama satu tahun lebih. "Aku tidak apa, Andrew," sahut Sena akhirnya. Andrew terlihat bernapas lega dan langsung menatap Miranda dengan tatapan tidak sukanya. "Mengapa kau melakukan itu pada Giana? Apa salahnya padamu?" seru Andrew kesal sambil langsung saja mendorong bahu Miranda begitu keras. "Akhh!" Miranda yang tidak siap pun sampai terhuyung dan hampir jatuh karena ternyata tenaga Andrew sama kuatnya dengan Xander. "Kau mendorongku, Andrew?" lirih Miranda den

