Xander terus mengumpat di ruang kerjanya saat ia menelepon Sena tapi Sena tidak pernah mengangkat teleponnya, bahkan tidak lama kemudian, ponsel Sena pun tidak aktif lagi. "Sial, apa wanita sialan itu mencoba kabur dariku? Beraninya dia melakukannya! Dasar b******k!" Xander pun terus menggebrak mejanya dengan frustasi, walaupun ia masih tetap menunggu di ruang kerjanya, menunggu laporan dari Henry yang sialnya tidak kunjung menghubunginya juga sampai Xander begitu kesal dan akhirnya kembali menelepon Henry. "Apa kau sudah menemukannya, Henry?" "Maaf, Pak! Belum. Aku sudah mencari ke tempat kerjanya yang lama sampai ke perusahaan Hansel tapi aku belum menemukannya." "Sial! Untuk apa mencari ke perusahaan Hansel? Dia tidak akan ke sana." "Maafkan aku, Pak." "Akhir-akhir ini kau sama s

