Napas Buatan

955 Kata

Miranda masih mematung tidak percaya mendengar ucapan Henry di telepon, namun harga dirinya membuatnya langsung menutup telepon itu. Untuk sesaat Miranda pun merasakan emosi, bingung, hingga tubuhnya yang gemetar tidak jelas, namun tatapan dari manager dan para pelayan toko membuat Miranda segera tersadar. "Itu ... apa yang kalian lihat, hah? Begitukah cara kalian memperlakukan customer?" sembur Miranda yang masih mengangkat dagunya mempertahankan harga dirinya. "Memangnya kenapa kalau kartu kredit itu diblokir? Aku masih punya uang! Sudah kubilang aku adalah artis dan model di Paris! Aku tetap akan membayar belanjaanku!" seru Miranda lagi dengan lantang. Manager dan pelayan toko itu pun tidak berani menyahut dan hanya tetap diam, walaupun terlihat jelas kalau mereka sudah tidak respec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN