"Giana! Giana Sayang! Akhirnya kau kembali, Sayang! Akhirnya kau kembali padaku!" Xander dan Sena yang tadinya sedang saling menatap tajam pun sontak menoleh ke arah Andrew dan Sena langsung membelalak menatap pria tampan di sana. Untuk sesaat, ia tidak yakin kalau pria itu bicara padanya. Namun, sedetik kemudian, pria itu sudah berdiri di hadapan Sena sambil menangkup kedua bahu Sena. Sena sampai menaikkan kedua bahunya sambil membelalak ngeri saking kagetnya. "Giana, aku sangat merindukanmu, Sayang. Akhirnya kau kembali padaku! Aku mencintaimu, Giana!" seru Andrew tanpa henti dengan tawa lebar di bibirnya dan kedua tangan yang terus membelai kepala Sena dengan lembut. Sena pun makin membelalak dan menggeleng. "Aku bukan Giana. Siapa kau?" Hanya itu yang bisa Sena katakan saat pria

