Aku Kenapa?

1024 Kata

Nggak semua orang kuat buat jujur. Tapi kabur? Itu pilihan paling pengecut. Diam aja udah cukup. Itulah yang sedang aku lakukan sekarang— diam. Di depan para wartawan yang lebih sibuk mengejarku daripada mewawancarai para pemain film. Entah siapa yang membocorkan rahasia keluargaku—hingga kabar tentang perselingkuhan Ayah, kematian Bunda, dan kehancuran bisnis keluarga tersebar luas di media. Apakah aku malu? Tentu tidak. Tapi bukan berarti aku akan membiarkan orang lain membentuk kisah hidupku seenaknya. Bu Renata membebaskanku—dia tidak menyuruhku diam, juga tidak memaksaku bicara. Sepanjang perjalanan dari lobi mall ke bioskop, dia hanya memastikan aku tidak terluka sedikit pun. Tapi saat seseorang berkata dengan lantang, "Kalau ibumu bukan wanita bodoh, mana mungkin dia rela dip

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN