Harry mematung mendengar ucapan Alessia hingga yang terdengar hanyalah suara isak Alessia. “Apa?” Tanya Harry membeo. “Aku menerimanya” Ucap Alessia. “Aku menerima lamaranmu” Lanjutnya. Ucapan Alessia semakin membuat Harry mematung dengan jantung yang semakin berdebar kencang. Apa ia tak salah dengar? Lamaran? Bukan perjodohan? Alessia menerima lamarannya? Harry melepaskan pelukan Alessia dan menatap kedua manik wanita itu dalam. “Benarkah?” Tanya Harry. “Kamu menerima lamaranku?” Lanjutnya yang dijawab anggukan oleh Alessia. Seketika itu pula Harry segera mencium bibir Alessia. Melumat bibir yang terasa manis itu. Alessia pun tak sungkan untuk membalas ciuman dari pria yang akan ia percayakan untuk kebahagiannya. Pria yang akan menemani hari-harinya kelak. Pria yang dipilih o

