Ken memasuki rumahnya dengan langkah tegap. Wajah ramah dan senyum menawan yang ia tunjukkan ketika bekerja tergantikan oleh wajah datar nan dingin. Terlihat sangar. Hingga sebuah suara menghentikan langkahnya. “Ken?” Panggil seorang wanita yang tak lain adalah kakaknya, Syaila Lunar. “Kenapa kau baru pulang? Apa ada masalah di kantor?” Tanya Syaila khawatir karena aura Kendrick hari ini sedikit berbeda dari biasanya. Dan lagi, kekhawatiran Syaila bertambah setiap harinya karena ia tak mengetahui tempat Kendrick bekerja. Yang ia tahu hanya Kendrick bekerja di sebuah perusahaan dengan jabatan yang cukup tinggi mengingat Kendrick memang lulusan jurusan manajemen. Jika Syaila bertanya mengenai tempat kerjanya, Kendrick hanya menjawab bahwa ia bekerja di perusahaan textil. Akhir-akhir ini,

