Karena rasa sakit yang luar biasa, Juna segera membawa Dinda ke rumah sakit. Tiba di rumah sakit, Dinda langsung masuk ke ruang bersalin. Juna tidak bisa mengabari orang tuanya, dan orang tua Dinda. Karena ponselnya tertinggal di rumah, dan ia juga sibuk menemani Dinda di ruang bersalin. Dinda merintih kesakitan. "Dina tidak mau hamil lagi, tidak mau melahirkan lagi, cukup sekali ini saja, Abang, Sakit!" "Iya, terserah Dinda saja," sahut Juna, sambil menyeka keringat di kening istrinya. "Abang, sakit! Lebih sakit dari pada saat dibelah duren, sakit!" "Istighfar, Sayang. Istighfar, astaghfirullah hal adzim ...." "Astaghfirullah hal adzim ... Astaghfirullah hal adzim ...." Dokter memeriksa Dinda. "Sudah waktunya. Tarik nafas yang dalam, keluarkan, jangan angkat pantatnya ya." Dinda