“Aaahhhh.......” Desahan panjang dari dua sejoli yang bertukar peluh memenuhi apartemen. Kai menghempaskan tubuh lelahnya disamping Yana yang juga sudah lemas. “Nggak nayngka ya, baru tiga kali aja udah capek baget. Padahal aku ngebayangin sepuluh kali.” Yana memukul d**a Kai pelan. “Iisshh! Dasar!” “Mbak, hadap sini.” Menarik tubuh telanjang itu dalam dekapan. Yana mendorong d**a Kai. “Bau keringat!” “Sama, kan?” “Mandi dulu.” Ucap Yana yang masih direngkuh Kai. “Bareng?” Yana terdiam. “Tapi kita kan belum nikah, Kai.” Pengen, tapi masih kepikiran dosa. Padahal yang barusan itu dosa besar. “Tapi aku pengen, mbak. Yuk, sekali ini aja, mandiin aku ya, ya, ya...” memohon dengan iba. Wajah imut itu makin membuat Yana gemas. “Ya udah, yuk.” Mereka berdua bangun dan turun bareng ma