Satu bulan kemudian... Mobil familier berhenti di depan Safa tepat baru keluar kantor. Safa menghela napas sembari melangkah mendekat dan masuk ke dalamnya. Senyum lelaki itu menyambutnya, “Saya nggak terlambat?” Safa menggeleng kecil, Sabtu ini Safa lembur dan jam empat sudah pulang dengan Azriel yang untuk ke sekian kali menjemputnya, “nggak, Safa juga baru keluar.” “Kita jalan sekarang?” tanyanya lagi. “Iya.” “Seatbelt jangan lupa.” Lelaki itu mengingatkan Safa. Safa langsung menarik seatbelt, terpasang dan melekat di tubuhnya yang ramping. Satu bulan sudah berlalu, semesta memang merestui hubungan mereka. Tidak semua keluarga sudah terima Azriel sepenuh hati seperti Safa walau kini status mereka sebagai tunangan resmi dan dalam waktu dekat, kurang dari satu bulan

