Aline berlari dari dapur ke kamarnya hanya untuk mengambil ponselnya yang berdering nyaring di atas ranjang. “Amira?” ucapnya saat mengetahui siapa si penelepon. Gegas dia menempelkan benda pipih itu ke telinganya. “Ya, Ra?” “Kau tidak tau malu! Aku ingin kau pulang sekarang juga dan menjelaskan apa yang kau lakukan di luar sana!” Mata gadis itu terbelalak mendengar ucapan Amira yang sarat akan kemarahan padanya. “Ada apa, Ra? Kau kenapa?” tanya Aline mencoba bersikap tenang dan tidak ingin tersulut oleh emosi adiknya itu. “Jangan berpura-pura Aline! Aku tidak menyangka kau bisa sekejam itu! Tolong pulang lah sekarang jangan sampai bila ibu tidak mau bertemu dengan mu lagi!” ancam Amira pada sang kakak. “Amira kau salah paham ... Amira?!” Tiba-tiba saja sambungan teleponnya t