Joe berdiri di depan kamar Aline yang terbuka. Napasnya menderu dengan jantung yang berdebar kencang. Tatapannya menghunus tajam pada gadis yang tengah sibuk memindahkan isi lemari ke dalam koper berukuran sedang di atas ranjang. “Jangan lakukan ini Aline!” seru Joe masih berusaha mencegah gadis itu untuk tidak melakukan apa pun sebelum kesepakatan mereka berakhir. Aline hanya melirik sinis pada pria di depannya, tanpa repot-repot membalas ucapan pria itu. “Aku akan membayar mu lebih, bila kau tetap bertahan sampai tiga bulan kedepan ...” “Simpan saja uangmu, aku tidak mau terlibat dengan dosa haram mu!” Aline juga sudah memutuskan untuk mengembalikan uang yang ada di rekeningnya dan sisanya anggap saja itu bayarannya sebelum mengetahui pekerjaan yang sebenarnya dia lakukan. Joe