“Maaf, Ruby. Dengan berat hati, kami harus memecatmu,” ucap Clayton. Mendengar ucapan Clayton tersebut seketika membuat Ruby merasa disambar petir di siang hari. Ia merasa dunianya kembali runtuh. Ia bahkan sampai tak bisa mengeluarkan suaranya untuk bertanya alasan ia dipecat. Lidahnya terasa kelu. Apa sekarang ia kembali harus kehilangan pekerjaannya? “Sekali lagi aku minta maaf, karena telah menyampaikan kabar buruk ini, Ruby,” ucap Clayton memberi jeda. “Kau bisa datang ke kantor besok untuk mengembalikan id card dan mengambil gajimu selama tiga minggu.” Setelahnya, sambungan telepon pun terputus yang bersamaan dengan tangan Ruby yang terjatuh ke sisi tubuhnya. Ia bahkan tak sanggup untuk menopang dirinya sendiri. Kakinya terlalu lemah untuk itu. Hingga saat ia hendak terjatuh, tib