Beberapa hari setelah sidang itu, suasana di mansion di Manhattan berubah drastis. Tidak ada lagi tekanan yang menggantung di udara. Tidak ada lagi percakapan yang selalu berujung pada strategi atau ancaman. Semuanya terasa… lebih ringan. Namun bukan berarti kosong. Lebih seperti— Akhirnya mereka bisa bernapas. — Di ruang tengah— Tiana duduk santai di sofa, satu kaki dilipat, ekspresinya benar-benar kembali seperti dirinya yang dulu. Di tangannya, sebuah kotak cokelat mewah terbuka. Ia mengambil satu photong, menggigitnya pelan, lalu menghela napas puas. “Ini… baru hidup,” gumamnya. Aroma manis cokelat memenuhi udara. Sarah yang duduk tidak jauh dari sana perlahan menoleh. Matanya langsung tertuju pada cokelat itu. Ia memperhatikan. Lama. Sangat lama. Tiana yang awalnya tidak

