Langit Bali perlahan berubah gelap, warna jingga menghilang digantikan biru tua yang tenang. Ombak masih datang pelan, seperti tidak ingin mengganggu suasana. Sarah masih berdiri di tepi pantai. Diam. Untuk beberapa menit yang terasa panjang— Ia tidak meminta apa-apa. Tidak bergerak aneh. Tidak tiba-tiba ingin sesuatu. Dan itu… Justru membuat Javier waspada. Ia berdiri di samping Sarah. Meliriknya sesekali. Menunggu. Karena ia tahu— Ketenangan seperti ini tidak akan bertahan lama. Dan benar saja. Beberapa saat kemudian— Sarah menarik napas pelan. Matanya masih menatap laut. Tapi suaranya mulai berubah. “Aku lapar lagi…” Javier langsung menutup matanya. Satu detik. Hanya satu detik. Lalu membuka lagi. “Sudah aku duga…” Sarah menoleh. Tidak malu. Tidak merasa bersa

