BAB 42

852 Kata

"Mari kita menikah dan hidup bersama". Agni memandang iris mata Bram, laki-laki itu bukan sedang bercanda, wajah itu begitu serius tidak ada keraguan dari matanya. Agni menelan ludah, atas penuturan Bram. Agni mengangguk dan meraih jemari Bram. "Ya, mari kita menikah" ucap Agni pelan, menahan isak tangisnya. "Apakah kamu siap untuk menikah dengan saya, hidup bersama saya dan lepas dari keluaga kamu". "Bukankah sudah seharusnya, setelah menikah, saya  akan menjadi tanggung jawab kamu". Bram menyentuh rambut Agni, di elusnya rambut lurus itu. "Dalam waktu dua minggu, saya akan pindah ke Singapore. Apakah kamu bersedia hidup bersama saya disana?" Tanya Bram lagi. Agni mengerutkan dahi, "Singapore". "Ya, saya memutuskan tinggal disana. Apakah kamu bersedia, hidup bersama saya". Agni m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN