“Maafkan aku! Sungguh aku nggak bermaksud seperti itu. Aku hanya …,” tutur Ara mencoba menjelaskan, tapi tiba-tiba saja terpotong oleh ucapan Juna. “Hanya apa? Hanya nggak ingin merepotkan? Aku nggak tahu bagaimana nasibmu kalau saja Febi nggak melihatmu di sana waktu itu,” potong Juna sambil menghela napas kasar. Pria itu benar-benar sangat kesal saat ini. Bukan karena kesal dengan sahabatnya, tapi lebih kesal kepada Bima yang tega mengusir Ara dengan tidak manusiawi. Di samping itu, dia juga marah karena tidak bisa melindungi perempuan yang dia idam-idamkan selama ini pada akhirnya. Padahal pada saat itu Ara sangat membutuhkan pertolongan, tapi kenapa dia tidak bisa menemukan perempuan itu terlebih dulu. Kenapa harus terjadi hal yang mengerikan lebih dulu seperti itu? Kini Juna mar

