“Katakan pada Mama kalau aku baik-baik saja dan tolong yakinkan Mama supaya nggak perlu mengkhawatirkan aku,” tutur Ara dengan senyum yang terlihat dia paksakan. Tentu saja Ara sangat merindukan sosok wanita keibuan tersebut. Sudah lama dia tidak bertemu, bahkan dia juga tidak mendengar kabarnya sejak keputusannya pergi dari keluarga pangestu. “Apa kau nggak ingin ketemu dengannya?” tanya Arkan dengan penasaran. Pria itu sedikit terkejut dengan ucapan Ara. Padahal yang dia tahu hubungan antara mertua dan menantu itu sangat dekat. Bahkan, bisa dikatakan lebih layak sebagai ibu dan anak. “Bertemu? Tentu saja aku sangat ingin. Tapi aku masih belum siap kalau mengingat setiap perkataan Bima kalau aku harus menjauh dari keluarganya,” ungkap Ara dengan mata yang sudah tampak berembun.

