Indira Murka

1320 Kata

“Ara sudah pergi dan aku nggak mengizinkannya untuk membawa apa pun,” jawab Bima pada akhirnya. Bahkan, pria itu tidak berani menatap mata mamanya ketika sedang berbicara. Kepalanya tertunduk dalam sambil menahan sesak di dalam hatinya. “Apa …?” Indira sangat terkejut ketika mendengar penjelasan yang baru saja dilontarkan oleh Bima. Bagaimana bisa putranya begitu kejam mengusir Ara tanpa membawa apa pun. Plaakk …! Tangan yang dulu biasa menyuapi Bima pun sudah mendarat di wajah pria itu dengan sempurna, tepat di luka lebam bekas pukulan Arkan. Kini di wajah pria itu sudah bertambah bekas kemerahan dan rasa kebas. Bahkan, sangking kerasnya dia menampar putranya hingga membuat telinga pria itu berdengung. “Apa yang sudah kau lakukan, hah?” bentak Indira sambil mengguncang tubuh a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN