Kedatangan Bima

1366 Kata

“Tapi aku suka!” “Eh …!” Ara langsung bengong menatap ke arah Juna, sedangkan pria itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia tidak ingin Ara melihatnya seperti ini, di mana dirinya seakan sedang merayunya. Untuk sesaat keduanya tampak diam. Suasana di antara keduanya langsung hening seketika. Karena tidak ingin semakin canggung, akhirnya Juna terpaksa membuka suaranya kembali. “Pulang, yuk! Hari sudah mulai gelap,” ajak Juna sambil berdiri dari duduknya. Detik kemudian pria itu pun berjalan terlebih dahulu dan meninggalkan Ara yang masih menatapnya dengan tatapan kebingungan. Lagi-lagi sahabatnya itu bertindak di luar dugaannya. “Eh … tunggu!” pinta Ara, tapi tidak dihiraukan oleh Juna karena pria itu terus mengayunkan kakinya pergi keluar dari taman tersebut. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN