Febi pun berpesan pada Ara agar sahabatnya itu segera memberitahunya jika tidak betah di tempat kerjanya. Ya … tentu saja dia sangat khawatir dengan salah satu sahabatnya tersebut. “Tentu …! Kita harus sering-sering berkumpul di tempat yang bisa menguras dompet dan kalian harus mentraktirku. Kau kan tau sendiri kalau aku sedang kere, hehe …,” ujar Ara sambil menunjukkan cengiran khasnya. “Dasar kau, ya!” balas Febi. Malam itu akhirnya Febi pun menyerah setelah berdebat dengan Ara perihal pekerjaan. Di samping itu, bukan karena Febi kalah, tapi perempuan itu memang ingin menghormati keputusan sang sahabat. Meskipun tanpa Ara katakan, tapi dia tahu apa yang membuat sahabatnya itu keras kepala dengan keputusannya. Semuanya yang tak lain karena Bima. Pria yang telah berhasil membunuh s

