“Ara …!” pekik seseorang. Tiba-tiba saja ada yang memanggil dari arah samping. Namun, perempuan yang terlihat linglung itu seperti tidak mendengarkan panggilan hingga membuat orang tersebut terpaksa berlari mendekatinya. “Ara …?” panggil seseorang bernada panik sambil memegang bahu Ara. Ara pun seakan baru tersadar dari lamunannya dan langsung menolehkan kepalanya ke asal suara. Perempuan itu baru mau menolehkan kepala setelah merasa ada yang mengguncang tubuhnya. “Fe … Febi?” ujar Ara dengan terbata-bata. “Ya ampun … apa yang sudah terjadi, Ra?” tanya Febi dengan wajah yang sudah terlihat khawatir. Febi menatap tidak percaya pada pemandangan yang ada di hadapannya ini. Bahkan, perempuan itu menatap Ara dari kepala hingga ujung kaki. Di hadapannya ada sang sahabat yang tengah b

