Entah berapa lama Bima menangis semalam. Pagi ini ia terbangun dan kepalanya sudah terasa pusing, bahkan matanya juga terasa berat untuk dia buka. Rasanya dia ingin absen ke kantor. Namun, ada hal penting yang memaksanya untuk pergi ke kantor hari ini. Ia pun lantas menghubungi Radit, asistennya. “Dit, bawakan baju kerjaku ke apartemen sekarang!” pinta Bima. “Baik, Pak!” jawab Radit dengan patuh. Pria yang menjabat sebagai asisten Bima itu pun sudah tahu ke mana dia harus mengantar pakaian sang CEO karena dia sudah tahu alamat apartemen yang di maksud oleh atasannya. Setelah itu Bima pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ketika berada di dalam dia dapat mencium aroma Ara. Ya … harum sabun yang selalu dipakai oleh perempuan itu masih melekat di dalam kamar man

