Pria itu memang sangat yakin jika istrinya pasti akan memilih untuk pulang bersamanya. Mengingat papanya baru saja meninggal dan dia tahu jika perempuan itu sangat menyayangi mamanya. Apalagi mamanya juga pernah meminta Ara untuk pulang bersamanya ke rumah pribadinya. Berbeda dengan Dita. Perempuan itu tampak menatap kekasihnya dengan kesal. Tentu saja dia tidak suka jika Bima memikirkan istrinya sendiri. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam karena tidak ingin membuat Bima marah dan malah akan memutuskannya. “Sayang, ayo cepat! Aku sudah sangat lapar,” ajak Dita dengan manja. Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk membawa Bima segera pergi dari tempat itu. Padahal ingin rasanya dia berteriak dan melarang kekasihnya untuk peduli kepada Ara. Bima pun langsung menolehkan k

