Permintaan Ara

1287 Kata

“Apa yang ingin kau minta? Katakanlah, pasti aku akan kabulkan!” ucap Bima. Kali ini tidak ada keyakinan di dalam suara pria itu. Bahkan, tatapannya yang tadinya tajam menusuk kini entah sudah pergi ke mana. “Tolong jangan pernah muncul lagi di hadapanku, Mas! Kalaupun kamu melihatku kapan pun dan di mana pun, aku mohon jangan tampakkan diri apalagi sampai menghampiriku seperti ini lagi,” lirih Ara pilu. Meskipun hatinya merasa miris, tapi tetap Ara lakukan. Dia sudah bertekad harus memutus kebencian Bima kepada dirinya. Dengan tidak pernah bertemu apalagi berinteraksi lagi, dia percaya jika semuanya pasti akan mudah untuk dilewati. Deg …! Hati Bima langsung berdarah seperti ada yang menusuknya. Dulu dialah yang selalu meminta kepada wanita itu untuk tidak muncul di hadapannya de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN