Numpang Tidur

1376 Kata

“Belum ketemu, Pa.” Abi menghempas tubuh lelahnya di sofa. Memijat kepala, sembari terus berpikir di mana keberadaan Fika saat ini. “Dean juga sudah ngecek ke teman-temannya Fika, tapi mereka nggak ada yang tahu.” “Papa kecewa sama kamu.” Rasyid benar-benar malu pada keluarga Romi. Andai Camila masih hidup, Rasyid pasti tidak punya muka untuk bertemu dengan wanita tua itu. Hubungan baik yang sudah dijalin dengan keluarga Sutomo sedari dulu, pastinya akan terasa canggung karena ulah putranya. “Tahu begini, Papa nggak akan minta pak Romi—” “Pa, sudah.” Abi tidak ingin lagi mendengar ceramah, di saat kepalanya sudah terlalu pusing memikirkan Fika. “Aku di sini juga sudah berusaha nyari Fika, tapi memang belum ketemu. Dia pasti … nggak tahulah!” “Lihat, kan? Jawabannya lagi-lagi nggak tahu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN