SP~41

1505 Kata

“Ehm!” Fika segera mendorong tubuh Abi, setelah mendengar deheman sang papa dari arah pintu. Romi pasti sudah berpikiran yang tidak-tidak, karena sempat melihat Fika berada dalam pelukan Abi. “Papa, aku—” “Pagi, Pa,” sapa Abi segera memotong perkataan Fika. Dengan wajah tanpa dosa, Abi segera menghampiri Romi dan meraih tangan pria itu lalu menciumnya sebagai rasa hormat. “Saya mau ngajak Fika sarapan di luar.” Romi menghela. “Tadi malam, kamu sudah bawa makanan dan sisanya masih banyak. Nasi goreng aja belum disentuh sama sekali. Terus … apa lagi yang Abi bawa tadi malam, Fik?” Romi kemudian beranjak dari ambang pintu, untuk duduk di kursi di sebelahnya. “Banyak, Pa,” jawab Fika. “Daripada mubazir, nanti mau dipanasi aja kata bibik.” “Dengar itu, Bi.” Romi dapat melihat jelas, Abi s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN