Erika 15

2536 Kata

Lampu IGD menyala terang saat mobil berhenti mendadak di depan pintu masuk rumah sakit. Pintu terbuka bahkan sebelum mobil benar-benar berhenti. Dewa turun lebih dulu, menggendong Erika yang tubuhnya semakin lemas di pelukannya. “Dokter! Tolong!” suaranya pecah, penuh kepanikan. Petugas medis segera berlari membawa brankar. Erika dipindahkan dengan cepat. Tubuhnya menggigil, napasnya tidak stabil, dan sesekali ia merintih pelan menahan nyeri yang seolah merobek dari dalam. “Sakit…” bisiknya lirih. Dewa langsung menggenggam tangannya. “Iya… iya… aku di sini.” Perawat mulai mendorong brankar menuju ruang penanganan darurat. “Pak, mohon tunggu di luar.” Namun Dewa tidak melepaskan tangan Erika. Tangannya justru semakin erat menggenggam. “Saya ikut.” “Pak, tidak boleh—” “Istri s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN