Janu mendengar suara isak tangis yang mengganggu pendengarannya dan ia memang masih sangat mengantuk karena pengaruh obat yang ia minum, hingga sulit baginya membuka matanya. Namun ketika ia ingin mengabaikan suara isak tangis itu dan kembali tertidur lelap, suara isak tangis itu semakin menjadi. Sekujur tubuhnya yang tadinya ingin beristirahat kembali, seketika terpaksa membuka matanya dengan perlahan. Janu melihat sosok wanita cantik yang memang ia inginkan itu ada disini namun ia mengerutkan dahinya melihat wajah cantik itu bersimbah air mata dan matanya terlihat membengkak. Janu tidak menyangka jika Wirda ada disini dan bahkan merasa semua ini adalah mimpi, mimpi yang tidak ingin ia akhiri dan terus berlanjut. "Kenapa nggak bangun-bangun..." lirih Wirda. Wirda berdiri dan ia melang