“Aku akan memberikan pelayanan kepada anda, Nona.” Suara Brice terdengar tenggelam di dalam ceruk leher Agnes. Pria itu menyesap dan mencumbu dengan penuh mendamba. Agnes melenguh dan mengangkat lehernya. “Oh my… Brice…”membiarkan Brice melakukan sesuka hati disana. Brice tersenyum dan menjilati telinga Agnes kemudian berbisik dengan suara paraunya, “Sepertinya aku akan makan siang dengan hidangan yang begitu lezat.” Suara berat dan napas hangat Brice yang menyapu lehernya membuat Agnes bergidik tak kuasa membiarkan Brice mulai membuka pakaiannya satu persatu. Agnes merasakan napasnya semakin berat tatkala Brice kini bermain di kedua bongkahan indahnya. Kemejanya sudah entah berada dimana. Tubuh bagian atasnya sudah terekspos tanpa sehelai benang pun. Dia merasa yakin karena tadi mend