"Nah, sejauh ini Damar baik-baik aja sama kamu, 'kan? Nggak aneh-aneh, 'kan?" Darisa menatap sang menantu dengan raut penuh keingintahuan. Namun, ketika menyadari tingkah Kalila yang cukup ganjil, membuat wanita itu mengerutkan dahi. "Kenapa? Cerita aja. Nggak pa-pa," ucap Darisa mengenggam tangan Kalila dengan lembut. Dengan mengembuskan napas panjang, Kalila mulai bercerita secara terus terang. "Aku nggak tahu, Bun. Mungkin karena aku belum sepenuhnya kenal sama Mas Damar." Gadis itu menggigit bibir bawahnya sedikit cemas. "Nggak tahu kenapa, Mas Damar terlalu over protektif banget sama aku. Nggak hanya itu, Mas Damar juga posesif. Kadang ... aku ngerasa takut sama sikapnya, Bun. Karena aku pikir, segala sesuatu yang berlebihan itu bakal berakhir nggak baik." Kalila menunduk. Sejenak

