33. | Boy or Girl

2181 Kata

Sepanjang perjalanan, Kalila tak hentinya tersenyum. Pun tangan yang tak lepas dari perut ratanya. Sesekali mengusap pelan area tersebut. Rasanya begitu menyenangkan kala mengetahui berapa usia janin yang ada di perutnya tersebut. Dokter bilang, usianya dua minggu. Astaga, pasti sangat mungil, pikir Kalila penuh semangat. Tak sadarlah kegembiraan wanita itu tertangkap oleh Damar yang sedang mengemudi. "Tetaplah tersenyum seperti itu," ucap Damar penuh kelembutan. "Kalo kamu seneng, calon anak kita di dalam sana juga pasti merasa seneng. Benar begitu?" Satu tangannya ia lepas dari kemudi, kemudian ia arahkan untuk ikut serta mengusap perut rata wanitanya. "Sebenarnya bentuknya masih berupa embrio yang ukurannya kecil. Belum terbentuk seutuhnya." Kalila menoleh menatapi sang suami. "Tapi,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN