"We will have a baby." Kalila terdiam. Kedua matanya tidak berkedip beberapa saat. Memaut mata itu pada mata sehitam jelaga empunya Damar. Berusaha mencari kebenaran. Berusaha mencari jawaban. Sampai puncaknya, pandangannya mengabur sebab air mata yang mengepul. Bersiap luruh, representasi betapa bahagianya ia. "Aku akan menjadi mommy?" "Aku juga akan menjadi daddy," sahut Damar lembut. Bersama senyum yang tak kalah lembutnya. "Sebentar lagi aku akan menjadi mommy?" "Ya. Sebentar lagi juga aku akan menjadi daddy." Damar meraih kepala Kalila. Menyandarkannya ke bahunya. "Kita akan menjadi orang tua. Mommy and daddy." Dan luruhlah air mata itu. Tangisnya pecah setelah beberapa saat meyakinkan diri bahwa apa yang baru saja didengar ialah sebuah kebenaran. "Kita akan menjadi orang tua,"

