21. | Just You and Me

2268 Kata

"Aku menyesal udah bentak kamu tanpa alasan jelas," tutur Damar masih merasa bersalah. Wajahnya menampakkan ekspresi menyesal yang begitu kentara. Membuat Kalila merasa geli entah mengapa. Kini, sepasang suami istri itu tengah berada di halaman rumah. Tidak ada apa pun yang mereka lakukan selain duduk bersisian di teras beralaskan kayu, di temani dengan secangkir cokelat panas. Mengingat udara malam cukup dingin malam ini. "Aku benci kamu nangis. Ironinya, aku malah membuatmu menangis." "Ssst, Mas. Udah. Nggak pa-pa. Lupain semuanya." Kalila tersenyum lembut. Berusaha meyakinkan Damar yang masih dirundung rasa bersalah. "Lagi pula, aku salah juga karena udah nyinggung kamu yang pernah sakit pada mulanya." "Kamu nangis banget. Apa hatimu sakit karena bentakanku tadi?" Damar seolah tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN