Memilih Baju Nikahan

1995 Kata

“Tapi kenapa kau tidak mau merayakan hari bahagiamu, Ammar?” Tanya Prity dengan dahi bertaut. “Saat ini aku tidak ingin melakukannya. Lusa aku akan merayakan jika kurasa perlu. Aku tidak suka dengan perayaan besar-besaran. Aku tidak yakin bisa menjadi suami Talita. Satu tahun ke depan, saat aku yakin bahwa Talita bisa menjadi istriku selamanya, maka aku bersedia untuk merayakan pernikahanku. Karena saat suami sitri berpisah, maka pesta pernikahan yang dirayakan besar-besaran justru akan mengundang aib.” “Jadi kau belum yakin kalau Talita akan menjadi istri yang baik untukmu?” “Belum.” “Bertahun-tahun kamu mengenalnya, apakah waktu selama itu tidak cukup untukmu mengenal seorang Talita?” “Mengenal sebagai teman, kekasih, atau tunangan itu berbeda dengan pendamping hidup, Mama. Biarkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN