Hari Yang Dinanti~~

1701 Kata

Swastamita mulai kembali menampakkan sinar keindahannya, setelah beberapa hari ke belakang, awan kelabu menutupi. Pedaran cahaya jingga keunguan membias langit biru, seakan membawa rasa rindu yang tak akan pernah tersampaikan. Datang dengan keindahan, lalu akan pergi begitu saja … tanpa permisi. Berganti dengan kehampaan malam yang sunyi, berteman hawa dingin dalam keheningan. Sembari menikmati keindahan lembayung senja di balik jendela ruangannya, pria yang tengah berdiri itu, mulai menyeruput moccacino panas dalam gelas yang dipegangnya, sambil menatap jauh tanpa arah. Cuaca yang indah, namun terasa begitu sepi. Seperti … udara yang segar, namun menyesakkan. Hingga akhirnya, suara notifikasi pesan masuk dari ponsel, tiba-tiba memecah keheningan, membuyarkan pikiran kosong pria itu. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN